Pertolongan Pertama pada Semua Jenis Luka Bakar

luka bakar

Luka bakar terjadi ketika jaringan tubuh kita rusak oleh panas karena api, air, radiasi, listrik, asap dan senyawa kimia lainnya. Jika tidak segera diobati, akibatnya bisa serius. Jadi ada baiknya mengetahui cara memberikan pertolongan pertama pada luka bakar.

Jenis luka bakar: Ringan atau parah?

Bake memiliki nilai. Karena itu, Anda harus tahu dulu apakah luka bakarnya ringan atau parah.

Jika ringan, Anda bisa mengatasinya. Namun jika tergolong berat, sebaiknya konsultasikan juga ke dokter atau Rumah Sakit terdekat.

Luka bakar ringan

Luka bakar ringan biasanya tidak memerlukan perawatan medis darurat. Biasanya tanda atau gejala luka bakar ringan adalah:

  • rasa sakit
  • Kulitnya merah
  • Pembengkakan Manajemen
  • Luas tidak kurang dari 8 cm

Memanggang sedang

Biasanya jenis luka bakar ini memerlukan perawatan medis darurat. Tanda-tanda atau gejala luka bakar sedang adalah sebagai berikut:

  • Luas lebih dari 8 cm
  • Pada area tubuh yang penting seperti wajah, lengan, kaki, siku, dan bokong

Luka bakar parah

Luka bakar serius dan memerlukan perhatian medis segera jika Anda memiliki salah satu dari gejala berikut:

  • Lapisan kulit menembus ke dalam otot/tulang (lihat secara mendalam)
  • Muncul arang atau putih, coklat atau hitam

Hal ini biasanya terjadi pada korban kebakaran. Kulit yang terbakar juga dapat membawa risiko keracunan CO dan memerlukan perhatian medis segera.

Tindakan pertolongan pertama untuk luka bakar

Jika masih ringan atau sedang, Anda bisa menggunakan langkah-langkah berikut sebagai pertolongan pertama pada luka bakar:

  • Jauhkan korban dari sumber panas. Jika api menyebabkan panas, gunakan air untuk memadamkan api bila memungkinkan. Jika terjadi sengatan listrik, hindari menyentuh korban dan segera matikan sumber listrik.
  • Jika ada aksesoris di luka, lepaskan. Misalnya cincin, cincin, jam tangan, ikat pinggang dan lainnya.
  • Bilas dengan air dingin dan kompres. Lanjutkan mengompres sampai rasa sakit atau nyeri mereda secara berlebihan.
  • Hindari lecet. Lepuh biasanya terjadi untuk melindungi Anda dari infeksi. Karena itu, jika lepuh pecah, bersihkan dengan air dan oleskan salep antibiotik.
  • Menghilangkan rasa sakit. Jika lukanya dingin, Anda mungkin memerlukan ekstrak lidah buaya atau losion pelembab (pelembab) Yang lain. Untuk meredakan nyeri, Anda mungkin juga akan diberikan obat pereda nyeri seperti parasetamol atau ibuprofen.
  • Tutup lukanya. Pastikan untuk menutupinya dengan perban yang bersih dan steril untuk mencegah infeksi lebih lanjut. Jangan menekan luka terlalu keras dan jangan memegangnya terlalu erat agar tidak melukai.

Jika luka tampak berat, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah menjauhkan korban dari sumber panas. Kemudian lakukan langkah pertolongan pertama berikut ini:

  • Panggilan ambulans. Anda dapat melakukannya dengan menelepon 118 atau rumah sakit terdekat.
  • Periksa apakah mereka masih bernafas. Jika perlu, lakukan tekniknya Resusitasi jantung Untuk memulihkan pernapasan mereka.
  • Lepaskan alat kelengkapan yang ketat, Misalnya kancing atas pada pakaian, dasi, perhiasan, ikat pinggang dan aksesoris lainnya yang menempel di badan. Terutama di area sekitar luka bakar dan leher.
  • Hindari membilas luka dengan air dingin. Hal ini dapat menyebabkan hipotermia, yaitu hilangnya panas dari tubuh.
  • Beri korban selimut agar tetap hangat.
  • Angkat bagian tubuh yang terkena luka bakar. Jika memungkinkan, di atas letak jantung.
  • Gambarlah lukanya dengan perban. Pastikan kain yang digunakan steril dan bersih.
  • Terus pantau gejala traumaSeperti kehilangan kesadaran, wajah pucat, napas pendek atau dangkal.

Apa yang tidak boleh Anda lakukan untuk pertolongan pertama luka bakar?

Selain mengetahui tentang pertolongan pertama, Anda juga perlu mengetahui apa yang tidak boleh dilakukan. Hindari kesalahan berikut:

  • Menggunakan pasta gigi. Hal ini dapat meningkatkan risiko infeksi luka dan semakin merusak jaringan mint dalam pasta gigi.
  • Memberi mentega. Mentega meningkatkan suhu luka dan menyebabkan kelembapan pada luka, yang mengundang bakteri.
  • Kompres dengan es batu. Meskipun memanggang harus “didinginkan”, es batu cukup dingin untuk dipanggang. Ini juga dapat menyebabkan hipotermia dan menghalangi sirkulasi darah di sekitar luka.

Bagaimana cara menghindari risiko luka bakar?

Risiko luka bakar dapat dihindari dengan ekstra hati-hati saat menggunakan air panas, berhubungan dengan listrik, atau menggunakan setrika, penggorengan, dan peralatan pemanas lainnya.

Selain itu, sediakan juga alat pemadam kebakaran rumah. Ini akan mencegah api menyebar lebih jauh dan menyebabkan luka bakar yang lebih serius.