Sistem Peredaran Darah Manusia: Organ, Fungsi, dan Cara Kerjanya

Sistem Peredaran Darah Manusia: Organ, Fungsi, dan Cara Kerjanya

Sistem peredaran darah manusia terdiri dari jantung, pembuluh darah, dan komponen darah. Sistem peredaran darah, juga dikenal sebagai sistem kardiovaskular, memainkan peran penting dalam kehidupan manusia. Fungsi utama sistem kardiovaskular adalah untuk mensirkulasikan oksigen dan nutrisi ke seluruh sel dan jaringan tubuh.Pada umumnya jantung memompa darah dan pembuluh darah berperan dalam mengangkut darah ke jantung.Lantas, apa saja fungsi, organ, jenis gangguan pada sistem peredaran darah? Simak penjelasannya di sini.

Fungsi sistem peredaran darah

Kutipan Kedokteran Johns HopkinsSistem peredaran darah, atau sistem kardiovaskular, adalah sistem organ jantung, komponen darah, dan pembuluh darah yang memungkinkan cairan, hormon, getah bening, dan nutrisi lainnya beredar ke seluruh sel dan jaringan dalam tubuh.Darah dipompa melalui jantung dan kemudian mengalir melalui arteri ke seluruh tubuh. Setelah itu, darah dari seluruh organ tubuh mengalir melalui pembuluh darah vena menuju jantung.Selain mensuplai darah, oksigen dan nutrisi, berikut adalah peran atau fungsi lain dari sistem peredaran darah:

  • Mengeluarkan sisa metabolisme berupa karbondioksida melalui paru-paru.
  • Melawan berbagai infeksi dan dengan demikian mencegah penyakit.
  • Membawa hormon penting ke seluruh tubuh.
  • Mengatur tingkat pH dan mempertahankan suhu tubuh basal yang konstan.
  • Menjaga aktivitas berbagai sistem organ dalam tubuh.
  • Membantu proses penyembuhan luka atau luka.

Organ yang berperan dalam sistem peredaran darah

Cara kerja sistem peredaran darah

Menurut penjelasan di atas, ada tiga organ yang bertanggung jawab atas sistem peredaran darah manusia: jantung, pembuluh darah, dan komponen darah.Ketiga fungsi tersebut saling berhubungan dan tidak dapat berdiri sendiri untuk menjalankan fungsi utamanya.

1. Hati

jantung Alat peredaran darah yang berfungsi untuk memompa darah. Jantung biasanya berdetak 60-100 kali per menit. Jantung manusia terdiri dari empat ruang, yang terbagi menjadi dua ruang (vertebra) dan dua atrium. Masing-masing ruang jantung ini dipisahkan oleh lapisan dinding jantung.Atrium kiri dan sumsum tulang belakang bekerja untuk memompa darah kaya oksigen murni dari jantung. Sementara itu, tulang belakang kanan dan atrium kanan bekerja untuk menerima “darah kotor” yang masuk ke jantung. Keempat bilik jantung juga memiliki empat katup, yang berfungsi mencegah darah mengalir ke arah yang benar dan mencegah jantung bocor.

2. Pembuluh darah

Pembuluh darah membawa darah ke seluruh tubuh dan sebaliknya. Selain itu, pembuluh darah juga berperan dalam membuang sisa jaringan.Secara garis besar, ada tiga jenis pembuluh darah manusia, yaitu: Arteri dan vena Dan kapiler. Ketiganya memiliki peran yang berbeda.Arteri bertanggung jawab untuk mengangkut darah beroksigen dari jantung ke semua jaringan dan organ dalam tubuh.Dalam melakukan fungsi ini, kapiler arteri dibantu. Kapiler adalah pembuluh darah kecil antara arteri dan vena yang mendistribusikan darah beroksigen ke seluruh tubuh.Arteri juga memiliki cabang khusus mereka sendiri yang membawa darah dari jantung ke paru-paru Penatalaksanaan Arteri pulmonalis.Sebaliknya, vena yang bertanggung jawab membawa darah dari semua jaringan dan organ tubuh kembali ke jantung. Vena juga dibagi menjadi vena besar (vena cava) dan vena pulmonalis (vena pulmonalis).Pembuluh darah vena besar yang bertugas membawa “darah kotor” ke paru-paru ke seluruh tubuh untuk pertukaran oksigen melalui proses pernapasan. Setelah itu, darah yang kaya oksigen mengalir dari paru-paru ke jantung melalui vena pulmonalis.

3. Darah

Darah adalah komponen dari sistem kardiovaskular manusia. Fungsi utama darah adalah bertindak sebagai “kendaraan” untuk mengangkut nutrisi, oksigen, hormon dan antibodi ke seluruh tubuh. Darah mengangkut zat beracun dan sisa metabolisme seperti karbon dioksida untuk dikeluarkan dari tubuh.Sebagai berikut Empat bagian darah Dengan perannya masing-masing:

  • Plasma darah Cairan berwarna kuning yang mengandung nutrisi, protein, hormon, dan limbah tubuh.
  • Sel darah merah (eritrosit) Mengandung hemoglobin, protein pembawa oksigen. Kemudian darah berubah menjadi merah cerah hemoglobin Dapatkan oksigen ke paru-paru. Saat darah mengalir, hemoglobin melepaskan oksigen ke seluruh bagian tubuh.
  • Sel darah putih (leukosit) Bagian penting dari sistem kekebalan tubuh. Perannya adalah mengidentifikasi benda asing penyebab penyakit seperti virus dan bakteri serta membuat antibodi untuk melawannya.
  • Manajemen Trombosit Ini adalah sel kecil berbentuk oval yang membantu pembekuan darah. Trombosit juga bekerja sama dengan protein untuk mengontrol perdarahan.

Sel darah bisa mati dan diganti dengan yang baru di sumsum tulang. Sel darah merah biasanya hidup sekitar 120 hari, dan trombosit sekitar 9 hari. Sementara itu, beberapa sel darah putih mungkin hanya bertahan selama beberapa hari.

Mekanisme sistem peredaran darah manusia

Ibnu An-Nafis adalah orang pertama yang secara akurat menggambarkan peredaran darah dalam tubuh manusia.Berdasarkan kajiannya, sistem peredaran darah manusia dibagi menjadi dua jenis, yaitu peredaran darah pulmonal dan peredaran darah sistemik.Secara khusus, Ibnu An-Nafis adalah orang pertama yang menggambarkan peredaran darah di paru-paru. Beliau juga memberikan pemahaman awal tentang sirkulasi koroner dan kapiler.Untuk mengetahui cara kerja sistem peredaran darah dalam tubuh manusia, jelaskan berikut ini:

1. Sirkulasi paru-paru

Sirkulasi pulmonal atau sirkulasi pulmonal adalah aliran darah dari ventrikel kanan jantung ke paru-paru dan sebaliknya. Karena “jalurnya” yang terbatas, sirkulasi paru-paru digolongkan sebagai sistem peredaran darah kecil.Sirkulasi paru terjadi ketika darah yang mengandung karbon dioksida dari proses metabolisme lain dalam tubuh kembali ke jantung melalui vena cava. Darah kemudian memasuki atrium kanan dan dikirim ke vertebra kanan jantung. Dari vertebra kanan, darah mengalir melalui arteri pulmonalis ke paru-paru untuk ditukar dengan oksigen. Darah, yang sekarang kaya akan oksigen, kemudian berjalan melalui vena pulmonalis ke atrium kiri jantung untuk diedarkan ke seluruh tubuh.

2. Sirkulasi sistemik

Sistem peredaran darah, yang membawa darah dari tulang belakang kiri jantung ke seluruh bagian tubuh, juga dikenal sebagai sistem peredaran darah pusat.Sirkulasi ini terjadi ketika darah murni beroksigen di atrium kiri mengalir ke ventrikel kiri jantung untuk didistribusikan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah utama (aorta).Aorta adalah pembuluh darah bercabang terbesar di tubuh. Selain darah mengalir ke seluruh bagian tubuh, cabang-cabang pembuluh darah ini membawa darah ke otot jantung.Darah yang dipompa melalui arteri mengalir ke ujung tubuh. Setiap bagian tubuh memiliki jaringan pembuluh darah halus yang disebut kapiler. Kapiler memiliki dinding yang sangat tipis. Melalui kapiler ini, oksigen dan nutrisi dikirim ke sel-sel tubuh. Darah kemudian berjalan melalui vena kecil ke atrium kanan jantung, di mana ia membawa limbah seperti karbon dioksida ke aliran darah. Semakin dekat ke jantung, semakin besar vena.

Gangguan pada sistem peredaran darah

Sistem kardiovaskular adalah salah satu sistem organ yang paling rentan. Oleh karena itu, sangat penting Menjaga kesehatan jantung sebaik Peredaran darah tetap lancar.Penyakit atau gangguan yang paling umum mempengaruhi sistem peredaran darah adalah penyumbatan di arteri dan vena.Obstruksi pembuluh darah dapat menyumbat aliran darah. Hal ini dapat menyebabkan berkurangnya atau penyumbatan total aliran darah ke seluruh tubuh.Selain itu, gangguan pada proses pemompaan jantung dan kerusakan pada katup yang memisahkan bilik jantung juga sering terjadi.Anda perlu berhati-hati karena gangguan pada sistem dan organ kardiovaskular juga dapat memengaruhi fungsi organ dan struktur tubuh lainnya. Hal ini dapat menyebabkan berkurangnya atau penyumbatan total aliran darah ke seluruh tubuh.Berikut ini adalah contoh kondisi atau penyakit yang disebabkan oleh gangguan pada sistem peredaran darah:Kondisi atau penyakit pada sistem peredaran darah dapat melibatkan lebih dari satu sistem jaringan di dalam tubuh.Oleh karena itu, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan beberapa dokter spesialis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.